Kesalahan Cetak Buku Tahunan Sekolah, Salah Siapa?

Memasuki bulan Mei, proses pembuatan buku tahunan sekolah kebanyakan sudah memasuki tahap cetak buku tahunan sekolah. Biasanya, sekolah yang memasuki proses cetak pada mulai mei adalah sekolah yang memulai pembuatan buku tahunan sekolah pada semester 1 kelas 3 dan yang melakukan pembayarannya tepat waktu tentu saja.

Proses cetak buku tahunan sekolah ini merupakan proses yang cukup rawan karena proses cetak merupakan proses terakhir dan menjadi hasil akhir dari buku tahunan sekolah temen-temen. Walaupun masih bisa revisi, tapi belum tentu akan sesempurna tanpa revisi dong.

Kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan buku tahunan sekolah adalah kesalahan dalam isi buku tahunan sekolah, misal kesalahan penulisan dalam biodata, kesalahan penataan biodata, dan yang berkaitan dengan hal tersebut. Kesalahan ini nggak selalu sepenuhnya salah pembuat buku tahunan sekolah, tapi bisa juga menjadi kesalahan klien.

Kok bisa? Bisa aja dong. Seperti yang sudah disebutkan dalam artikel lainnya, sebelum memasuki cetak, klien dan Abankirenk, khususnya divisi creative produksi, menandatangani surat order cetak buku tahunan sekolah. Dalam surat order tersebut, terdapat pernyataan mengenai ukuran buku, jumlah halaman, dan spesifikasi lainnya. Selain itu, terdapat juga pernyataan bahwa apa yang ada di dalam CD yang diberikan sudah sesuai dengan yang seharusnya dan tidak ada lagi kesalahan yang terjadi.

Sebelum menandatangani surat order, klien akan diminta untuk mengecek kembali seluruh halaman buku tahunan sekolahnya. Jika semua sudah sesuai, maka file tersebut akan dimasukkan ke dalam CD dan file tersebut yang akan dicetak. Namun jika masih terjadi kesalahan, maka akan dibetulkan terlebih dahulu hingga semua benar alias tanpa kesalahan lagi.

Nah, misalnya terjadi kesalahan, hal yang perlu dilakukan adalah melihat kembali file di dalam CD, yang dimiliki oleh klien dan creative produksi, apakah pada halaman tersebut juga terjadi kesalahan yang sama. Jika iya, maka kesalahan tersebut menjadi tanggung jawab klien karena seharusnya klien sudah mengecek secara keseluruhan file tersebut. Tapi, kalau misalnya kesalahan tersebut tidak ada di file dalam CD, maka kesalahan menjadi tanggung jawab Abankirenk karena file yang dicetak tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Jadi, baik pihak Abankirenk maupun pihak klien, keduanya harus berhati-hati mengenai file yang akan dicetak supaya tidak terjadi kesalahan pada hasil buku tahunan sekolah kamu 😀

No Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.