Penentu Harga Buku Tahunan Sekolah

Menuju kenaikan kelas 3, walaupun masih agak lama sih, beberapa temen SMA yang sekarang masih duduk di kelas 2 udah mulai bikin buku tahunan sekolah nih. Ya walaupun belom bener-bener bikin, belum mulai foto, tapi beberapa udah mulai cari pembuat buku tahunan sekolah alias Yearbook Organizer nya. Bahkan ada juga yang udah deal dan udah tanda tangan surat perjanjian lho.

Sebenernya nggak masalah sih kalo emang mau mulai dari sekarang, karena semakin cepat justru semakin baik. Awal cari buku tahunan sekolah, yang dicari atau dipikirkan adalah harga buku tahunan sekolahnya. Nah, sebenernya apa aja sih yang menentukan harga buku tahunan sekolah.

Pertama adalah jumlah pemesanan buku tahunan sekolah kamu. Sebenernya harga buku tahunan sekolah 80% ditentukan dari harga cetak. Nah, jumlah pemesanan ini sangat memengaruhi harga cetaknya. Semakin banyak kamu mencetak akan semakin murah harganya, dengan kondisi penentu yang lain jumlahnya tetap.

Kedua adalah jumlah halaman buku tahunan sekolah kamu. Sama seperti pertama, jumlah halaman juga merupakan faktor harga cetak. Semakin sedikit jumlah halamannya, akan semakin murah, dengan kondisi penentu yang lain jumlahnya tetap.

Ketiga adalah besar buku. Masih sama dengan sebelumnya, faktor ini merupakan faktor penentu dari harga cetak. Semakin kecil besar bukunya, akan semakin murah, selama kedua faktor di atas tidak berubah.

Faktor lainnya yag menetukan adalah fitur tambahan yang digunakan. Fitur tambahan yang banyak digunakan, misalnya pop up, packaging, atau paperart. Ada juga yang mengganti bahan material untuk cover atau packaging yang tentu saja harganya akan berubah sesuai dengan bahan yang digunakan.

Selain itu, faktor penentu lainnya adalah lokasi sekolah kamu dengan Abankirenk. Akan ada biaya akomodasi fotografer serta biaya pengiriman buku yang akan menambah pengeluaran kamu. Tapi, kalo hasilnya memuaskan, cukup worth it dong dengan biaya yang dikeluarkan? Daripada harganya murah tapi kualitasnya juga nggak memuaskan, pasti lebih sedih deh :”

1 Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.