Photoshop vs Lightroom

Seorang fotografer handal akan menghasilkan foto yang baik juga. Tapi, mereka tetap nggak akan lepas dari aplikasi image editor. Bukan berarti akan memanipulasi foto atau yang lain, tapi kadang klien punya keinginan yang berbeda terhadap hasil foto yang telah diterima. Untuk memenuhi keinginan klien tersebut, fotografer juga perlu mengusai aplikasi image editor.

Beberapa aplikasi pada PC atau laptop yang banyak digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom. Photoshop merupakan salah satu aplikasi yang sudah lama ada dan banyak digunakan, baik oleh desainer grafis maupun fotografer. Serinya pun terus berkembang saat ini hingga Adobe CC. Lightroom juga telah ada semenjak tahun 2007, tak ketinggalan dengan photoshop, aplikasi ini juga melakukan pembaharuan hingga versi terbarunya adalah Lightroom 5.

Diantara keduanya, mana yang lebih baik? Keduanya sama-sama baik, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dipilih tergantung kebutuhan fotografer. Kita bantu kamu untuk melihat apa aja sih kekurangan dan kelebihan Photoshop dan Lightroom

Photoshop

Kelebihan

  • Pixel-Level Editing – Gambar yang dibuka pada Photoshop terdiri dari pixel, elemen paling kecil pada foto. Hal ini memungkinkan untuk melakukan editing hingga titik terkecil, sehingga dapat dilakukan manipulasi tidak terbatas.
  • Layers – Photoshop memudahkan untuk membuat layer lebih dari satu dalam satu file sehingga bisa menyimpan beberapa gambar yang berbeda atau mengubah pada layer yang berbeda kemudian disembunyikan, atau membuat layer tersebut tidak terkait satu sama lain.
  • Action – Fitur ini membuat kamu dapat merekam dan menggabungkan jadi satu langkah-langkah yang dilakukan untuk memanipulasi sehingga kamu bisa menggunakan kembali proses editing hanya dalam 1 kali klik
  • Compositing dan blending – Adanya kemudahan untuk menggabungkan beberapa layer dalam 1 file, maka memungkinkan juga untuk mecampurkan atau memadukan layer tersebut bersamaan
  • Huge toolbox – Versi terbaru photoshop memberikan berbagai tools baru yang dapat digunakan untuk manipulasi, mulai dari content-aware filling hingga automatic panoramic image stiching, yang merupakan tool yang sangat dibutuhkan oleh fotografer.

 

Kekurangan

  • Steeper learning curve – Butuh waktu yang cukup lama untuk mempelajari Photoshop dan melakukan editing.
  • No built-in RAW editing – Tidak bisa langsung melakukan editing foto dengan format RAW menggunakan Photoshop, perlu ACR (Adobe Camera RAW) untuk import dan melakukan editing foto dengan format RAW
  • No image management – Pada photoshop, tidak terdapat sistem manajemen atau alur kerja untuk fotografer

Lightroom

                Kelebihan

  • Built-in RAW editing – Nggak perlu tambahan apapun untuk melakukan editing dari kamera langsung dengan format RAW
  • Image management dan workflow centric – Lightroom dibuat untuk memenuhi kebutuhan fotografer untuk mengelola foto mereka. Lightroom memungkinkan untuk melakukan pengaturan setelah melakukan editing foto menggunakan alur kerja yang konsisten.
  • Simple and easy to use – Toolbox yang ada pada Lightroom tidak terlalu banyak sehingga sangat mudah untuk dipelajari, mulai dari tools yang tersedia, interface nya, sangat mudah dipahami dan melakukan manipulasi 😀
  • Presets – Lightroom memungkinkan untuk menggabungkan exposure level, contrast, dan toning dalam satu rangkaian dan menyimpan dalam file yang berguna. Dan kamu bisa membgunakan semuanya dalam variasi yang terbatas dan mengaplikasikan dalam tiap foto hanya dengan sekali klik 😀

Kekurangan

  • No advanced editing tools – Lightroom tidak dimaksudkan untuk full-on raster editor, sebagian besar fungsi editing pada Photoshop tidak dihadirkan disini
  • No layer management – Efek dan modifikasi dapat ditumpukkan pada gambar, namun tidak ada pemisah yang jelas antar segmen gambar atau kemampuan untuk menggunakan mode blending
  • Photos only – Lightroom ditujukan sebagai sistem alur kerja dari fotografer, sehingga hanya bisa mengimpor foto dan memodifikasi, tidak bisa ditemukan pembuat gambar vektor yang bisa ditemukan pada Photoshop disini

 

Pilih yang mana?

Kamu bisa pakai lightroom kalau memilih menggunakan alur kerja yang mulus dan bersih dibandingkan kontrol yang tidak terbatas dalam melakukan editing gambar. Kamu bisa menciptakan ulang hampir seluruh tampilan menggunakan kontrol yang tersedia pada Lightroom. Dengan interface nya yang efisien, Lightroom memudahkan kamu untuk melakukan proses editing yang cepat dan konsisten pada foto kamu dan memungkinkan kamu untuk mengaturnya lebih mudah

Kamu bisa menggunakan Photoshop jika kamu perlu memiliki kontrol lebih pada gambar kamu. Photoshop dapat melakukan hal tersebut, tapi tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajari. Hasil yang diberikan setelah selesai melakukan editing gambar dengan masks, layers, dan tools yang lain akan memberikan semua yang kamu butuhkan.

Jadi, mana yang lebih sering kamu gunakan?

No Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.