Ulasan Piala FFI 2014

Para penggemar film, termasuk film indonesia, pasti udah tau banget kalo tanggal 6 Desember 2014 kemarin adalah puncak acara FFI 2014. Pada tanggal itu, FFI diselenggarakan di Palembang untuk menyerahkan Piala Citra dan Piala Widia kepada para pemenang.

Setelah sebelumnya FFI ini sempat diblokir oleh beberapa insan sineas muda, seperti Mira Lesmana dan Riri Reza, pada tahun 2006, pada tahun ini mereka kembali ikut serta dalam ajang perfilman indonesia ini. Mereka kembali mengikuti FFI karena merasa FFI telah melakukan perubahan yang cukup baik.

Perubahan yang paling signifikan adalah cara penjurian yang dilakukan pada tahun ini. Kalo dulu penjurian hanya dilakukan oleh 5-10 orang aja, FFI tahun ini penjurian dilakukan oleh 100 orang. Sistemnya tidak jauh berbeda, pemilihan masih dengan voting. Namun, keobjektifan dari hasil penjurian lebih tinggi daripada sebelumnya.

Pada tahun ini, FFI sudah memiliki undang-undang yang diterjemahkan dengan adanya lembaga seperti BPI, Badan Perfilman Indonesia, terkait penyelenggaraan dan penjurian. Selain itu, jumlah juri juga bertambah, salah satunya terdapat ahli, yang sebelumnya diduga tidak ada ahli atau orang yang berkompeten untuk menilai FFI.

Penjurian ini juga mengadopsi sistem penjurian yang dilakukan di Piala Oscar. Masing menggunakan sistem voting, namun hasil voting tersebut ditabulasi oleh lembaga independen, yaitu Delloite, yang merupakan Akuntan Publik Independen. Selain itu, penjurian film bioskop dibagi menjadi 2, tahap pertama sebanyak sekitar 65 juri dibagi menjadi 13 kelompok dari kalangan pekerja film. Juri ini ditugaskan menentukan nominasi dari 14 kategori film bioskop berdasarkan bidang masing-masing, ditambah kategori Film terbaik. Tahap kedua, 65 juri tadi ditambah 15 juri dari luar pekerja film, seperti kritikus, jurnalis, budayawan, dan lain-lain, akan memilih satu dari lima nomine di semua kategori. Hasil itu kemudian ditabulasi dan hasilnya diumumkan pada tanggal 6 Desember 2014 kemarin.

Selain itu, tempat penyelenggaraan pun berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya dilakukan di 2 tempat, TMII untuk Piala Widia dan Semarang untuk Piala Citra, pada tahun ini keduanya diselenggarakan di tempat yang sama, Palembang. Hal itu membuat Palembang ramai didatangi oleh banyak artis dan sineas film, mulai dari film TV hingga film bioskop.

Dan tahun ini, FFI juga mengangkat 2 artis berbakat sebagai icon FFI 2014, yaitu Reza Rahadian dan Christine Hakim. Dua orang ini udah nggak diragukan lagi kemampuannya di bidang perfilman, sehingga pas sekali menjadi icon FFI 2014 ini.

Dengan peningkatan yang positif dari FFI 2014 ini, diharapkan kualitas dan kuantitas film Indonesia semakin baik. Film Indonesia apa aja nih yang pernah temen-temen tonton?

No Comment

leave a Comment