5 Biggest Mistake in Personal Branding

Personal branding masih termasuk hal yang baru bagi beberapa orang, namun mereka sudah menyadari seberapa penting personal branding tersebut. Ada yang langsung menerapkan, ada juga yang mempelajari lebih jauh terlebih dahulu. Ada 5 kesalahan yang sering dilakukan orang dalam membangun personal branding, yuk kita liat apa aja

  1. Hanya dilihat semata-mata sebagai “label”

Branding is a whole package. Branding menjadi bagian dari hidupmu, hingga pada akhirnya branding akan membuat kamu menjadi lebih baik. Kalau kamu udah punya rancangan rebranding, misalkan menjadi anak yang pandai, kamu harus benar-benar menerapkan. Jangan hanya sekedar post foto di instagram seberapa berantakannya meja belajarmu, dengan caption yang menjelaskan secara garis besar bab pada mata pelajaran yang kamu post, tapi sebenernya itu hanya meja yang kamu tata supaya berantakan aja, tanpa kamu belajar sebelumnya disana. Sama aja bohong dong?

  1. Berdasarkan pada keinginan orang lain

Rebranding bukan berarti melupakan diri kita untuk menjadi pengikut trend sosial. Rebranding berarti membantu kita untuk tau mau jadi seperti apa sih kita dan membuat kita fokus pada tujuan kita tersebut, hingga akhirnya tercapai. Hasil yang bisa didapatkan adalah brand baru yang terucap pada diri kita. Oleh karena itu, perubahan dan tujuan rebranding harus berdasarkan keinginan kamu. Kalau berdasarkan keinginan orang lain, bakal capek, sulit, dan mungkin nggak bakal ada abisnya :”)

  1. Berusaha diterima oleh semua orang

Di dalam sebuah keluarga aja, minimal ada 3 orang, ayah ibu dan kamu (misal anak tunggal), bakal punya keinginan yang beda-beda, bahkan keinginan ayah dan ibu tentang akan jadi seperti apa kamu. Dan susah banget kan kalo mau memenuhi keinginan keduanya yang mungkin nggak jarang saling bertentangan, apalagi semua orang di sekitar kamu? Pro dan kontra, keinginan yang saling bertentangan, nggak bakal ada abisnya. Pilih yang menurutmu sesuai dengan arah yang akan kamu lakukan, dan bisa juga dengarkan apa yang dikatakan oleh orang di sekitar kita. Remember, you’re here no to please everyone, but make sure that you don’t bother them 😀

  1. Tidak mengarah pada perbaikan

Melakukan rebranding terhadap diri jika tidak diikuti oleh feedback yang positif dari lingkungan sekitar akan terasa sia-sia. Pastikan bahwa rebranding kita akan membawa perubahan sesedikit apapun atau sesignifikan yang kita bisa lakukan dalam bidang-bidang yang positif. Doing something bad just would waste your time and energy, so make sure that the works you’ve dine will eventually worth it

  1. Melupakan kepribadian asal

Lingkungan dan keluarga biasanya memiliki peran yang besar dalam membentuk pribadi kita. Kadang, ada beberapa prinsip yang tertanam pada diri kita dan merupakan hal yang positif. Jangan sampai itu kamu hilangkan hanya karena rebranding yang akan kamu lakukan. Rebranding bukan berarti mengganti keseluruhan kamu, tapi menambah dengan hal positif lainnya. Kalau bisa membuat hal negatif yang ada di diri kamu menjadi positif, tentu akan menjadi sangat baik

No Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.