Don’t Do This on Personal Branding

Punya personal branding di jaman sekarang emang penting banget. Personal branding menjadi salah satu cara memudahkan untuk kita bisa dikenal orang, tapi juga menjadi acuan fokus kamu dalam mengembangkan diri kamu. Tapi jangan sampe salah ya, demi dikenal baik orang, kamu membuat branding yang justru menurunkan nilai kamu bukannaya meningkatkan. Personal branding seperti apa sih yang bisa menurunkan nilai kamu?

Berpura-pura

Personal branding yang efektif adalah yang dibuat berdasarkan apa yang ada di dalam diri. Kamu harus menjadi dirimu sendiri. Jangan karena seseorang itu keren terus kamu ikutin gayanya padahal nggak sesuai sama kamu. Seperti itu justru bisa bikin kamu ditertawakan oleh orang lain.

Plin-Plan

Brand yang kuat akan menunjukkan suatu opini dan mengambil sikap. Kalau kamu hanya ingin menyenangkan orang-orang di sekitar kamu atas sesuatu hal, justru kamu tidak akan menyenangkan siapapun. Untuk mendapatkan kesan yang mendalam dari orang lain, perjelas sudut pandangmu dan kemukaan hal tersebut.

Bertindak dulu baru berpikir

Jangan hanya bergabung dengan organisasi A, bergabung dengan akun B tanpa mengetahui tujuan dan fungsi dari keduanya, apakah sesuai dengan personal branding yang kamu bangun. Buat rencana terlebih dahulu, identifikasi tujuan, kenali diri sendiri, lihat apa yang membedakan dengan yang lain, dan gali hal yang membuat kamu menarik, lalu tentukan tindakan yang akan diambil.

Terlalu fokus pada kuantitas

Jangan hanya melihat dari kuantitas, seberapa banyak koneksi pada LinkedIn, jumlah postingan di social media, atau organisasi yang diikuti, tapi fokuslah pada kualitas. Kualitas akan membuat komunikasi kamu menonjol dan menarik orang lain.

Mencari ketenaran dan kejayaan

Branding bukan tentang kamu, tapi tentang melayani orang lain. Popularitas susah didapatkan, dan kalau itu menjadi salah satu tujuan kamu, kamu hanya akan fokus untuk mendapatka perhatian, bukan fokus ada nilai yang ingin kamu kenalkan. Kamu hanya perlu dikenal oleh orang yang akan membuat keputusan tentang kam dan orang yang memengaruhi keputusan mereka.

Tidak fokus

Branding memerlukan pendekatan stabil dan tidak tergoyahkan. Kalau kamu membagi perhatian dan menjalankan dua jalur karir, bahkan mungkin berpikir bahwa branding adalah kegiatan yang terpisah, maka akan membuang tenaga. Perlahan dan tindakan yang konsisten akan membantu untuk jangka panjang.

Menunjukkan diri secara eksklusif di dunia maya

Salah satu cara menunjukkan personal branding adalah melalui media sosial, tapi bukan berarti hanya itu satu-satu nya jalan lalu menggunakannya secara eksklusif. Memiliki strategi digital untuk personal branding memang penting, tapi tindakan yang diambil setiap hari dan hal-hal yang bisa kamu lakukan di dunia nyata jauh lebih penting. Berpikirlah tentang brand kamu secara menyeluruh untuk mencapai tujuan kamu.

Bersolo karir

Personal branding merupakan aktivitas individu serta personal, tapi tidak sendirian. Kebanyakan proses personal branding mengharuskan untuk menjadi bagian dari komunitas dan berkontribusi pada komunitas tersebut. Hal tersebut menjadi kunci membangun personal brandi network. Memiliki mentor, menyewa seorang pelatih, berkomunikasi dengan kolega dan teman menanyakan opini mereka, dan jangan mengerjakan sendiri.

Egois

Personal branding bukan hanya tentang dirimu. Personal branding adalah apa yang bisa kamu berikan kepada orang lain. Dermawan merupakan salah satu strategi terbaik untuk personal branding. Saat kamu melakukan sesuatu terhadap komunitas atau relasimu, kamu akan membuat mereka ingat kamu melalui tindakan yang kamu lakukan dan seberapa bersyukur kamu atas kesuksesan kamu. Saat kamu melakukan sesuatu untuk tim kamu, kamu menunjukkan bahwa kamu perhatian dengan mereka.

Tidak ada acuan yang pasti

Kamu harus menetapkan tujuan dari personal branding yang kamu lakukan. Tujuan bisa berupa jumlah pemimpin ahli pada bidangmu yang mengenal kamu, atau pengaruh internal yang kamu buat, atau dikenal oleh asosiasi profesional yang relevant dengan bidangmu. Apapun tujuan kamu, fokus pada mereka. Ukur momen atau tidakan yang kamu lakukan menuju tujuan kamu. Secara berkala, bisa per bulan atau 3 bulan, evaluasi progres menuju tujuan kamu dan perbaiki strategi jika dibutuhkan.

No Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.