Jurusan vs Karir

Salah satu ketakutan temen-temen SMA kelas 3 adalah pemilihan jurusan. Takut jurusannya nggak sesuai, nggak mampu ngelewatin sampe akhir, takut lapangan pekerjaannya nggak banyak, dan sebagainya. Tapi sebenernya, apa iya sih jurusan bener-bener menjadi penentu kesuksesan kita ke depan?

Beberapa orang memilih jurusan hanya karena jurusan tersebut keliatan keren kalo kita sebutin. Entah seberapa pengaruh jurusan tersebut ke depan, tapi kalo keren yaudah ikutin aja. Padahal keren nggak selalu menjamin kemudahan pekerjaan lho

Walaupun kadang jurusan bisa mengarahkan pekerjaan kamu, tapi nggak selamanya lho. Kamu bisa tanyakan ke beberapa pekerja di bank, dulu kuliahnya jurusan apa. Nggak melulu di ekonomi, tapi bahkan ada yang dari teknik πŸ˜€ Dan saat ini banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan sebagai staff yang akan diberi pengembangan dan pelatihan. Pada posisi ini kebanyakan dibuka untuk semua jurusan. Bagi yang diterima, akan diberikan pelatihan yang akan mengembangkan kemampuan pelamar dan menempatkan pelamar ke posisi yang sesuai hasil pengembangan tadi.

Pada kenyataanya, pendidikan sarjana tidak hanya menyiapkan seseorang memiliki kemampuan berdasarkan jurusannya, tapi juga menyiapkan lulusannya untuk menjadi seseorang yang siap dibentuk menjadi apapun. Selama kuliah, temen-temen akan dibekali kemampuan berpikir kritis, mengungkapkan argumen, dan melakukan analisis terhadap suatu permasalahan. Kemampuan-kemampuan ini yang bakal diperlukan saat bekerja di bidang apapun.

Perkembangan jaman ini membuat lapangan pekerjaan semakin luas lho. Nggak sedikit yang menerima lulusan dari semua jurusan untuk ditempatkan di bidangnya, padahal belum tentu lulusan tersebut mempelajari bidang itu, walaupun hanya sekedar dasarnya. Salah satu lapangan pekerjaan yang banyak saat ini adalah social media strategist. Walaupun kedengarannya hanya berkutat dengan social media, tapi kamu bisa tanyakan dengan mereka seberapa penting dan berpengaruhnya mereka terhadap perusahaan πŸ˜‰

Kalo kamu merasa bahwa jurusanmu nggak prospek pekerjaan ke depan, daripada kamu mulai kuliah lagi dari awal, coba kamu mulai berpikir materi-materi apa saja yang bisa kamu ambil untuk referensi kamu membentuk masa depan yang kamu mau. Dari referensi tersebut, kamu bisa memilih akan menjadi apa kamu ke depannya, di bidang apa akan bekerja. Nggak melulu harus jadi karyawan, tapi jadi wirausahawan juga bisa. Kamu pasti akan merasa bahwa beberapa ilmu yang kamu pelajari berguna, walaupun kamu akan menjadi wirausahawan nanti πŸ˜€

Atau kalau kamu ingin bekerja di suatu perusahaan, walaupun kamu merasa jurusan kamu tidak terlalu β€œlaku” di perusahaan, kamu jangan berkecil hati. Salah satu screening awal yang dilakukan oleh perusahaan adalah melalui IPK. Apapun jurusan kamu, IPK tinggi tetap bisa menjadi salah satu patokan perusahaan untuk menilai kamu. Kenapa? Karena IPK merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban mahasiswa terhadap kuliahnya, kalau IPK nya bagus, maka tanggung jawabnya untuk memenuhi kewajibannya atau tugasnya sebagai mahasiswa baik. Walaupun IPK bukan segalanya, tapi setidaknya akan membantu kamu di screening tahap awal.

Kalau udah melewati screening awal dengan IPK, tahap selanjutnya adalah pengalaman. Kalaupun kamu dari universitas ternama dan jurusan yang tepat, tapi kamu tidak punya pengalaman kerja atau bahkan organisasi, perusahaan akan sulit mempertimbangkan kamu sebagai kandidat staff nya. Ketika kamu mengikuti organisasi, walaupun organisasi kampus saja, itu akan membantu kamu memperlihatkan bahwa kamu setidaknya bisa bekerja sama dalam sebuah tim.

Jadi, jangan ragu untuk terus melanjutkan kuliahmu, dijurusan apapun kamu sekarang. Tenang aja, kamu sedang dipersiapkan untuk mengambil hal-hal dari jurusan kamu yang bisa bermanfaat untuk kamu ke depannya. Dan jangan lupa untuk tetap konsisten dengan nilai dan aktif dalam organisasi ya πŸ˜€

No Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.