PTN Biasa atau PTS Top?

Semakin dekat dengan SBMPTN, semakin deg-degan deh temen-temen ini. Walaupun SBMTPN bukan jalur terakhir untuk mendaftar menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri, namun SBMPTN merupakan jalur kedua, dengan jumlah penerimaan yang cukup banyak, namun saingannya juga sangat banyak.

Pada saat pengumuman SNMPTN kemarin, tidak sedikit dari temen-temen yang belum berhasil lolos. Beberapa orang merasa bahwa kegagalannya kemaren seolah-olah merupakan akhir dari segalanya, sedih yang berlebihan hingga beberapa hari. Padahal kalo dilihat lagi, SNMPTN baru cara pertama untuk menjadi mahasiswa di perguruan tinggi yang diinginkan, masih ada 1 atau 2 cara lagi yang bisa dilakukan. Kenapa harus sesedih itu?

Bukannya nggak boleh sedih, tapi kalau terlalu lama sedih, temen-temen justru akan membuang waktu. Sedih sih boleh aja, tapi jangan terlalu lama dan membuang waktu temen-temen. Kalo kelamaan sedihnya, temen-temen akan makin lama mulai belajar untuk SBMPTN. Kalo makin lama mulainya, makin sebentar juga waktu temen-temen untuk memperdalam soal-soal SBMPTN. Kan sayang banget.

Kalo misalnya nggak lolos SBMPTN dan perguruan tinggi yang diinginkan tidak membuka ujian mandiri, apa yang harus dilakukan? Apa sebaiknya mengambil perguruan tinggi yang membuka ujian mandiri namun tidak terlalu baik atau mengambil perguruan tinggi swasta namun reputasinya bagus?

Kalau misalnya temen-temen dihadapkan dengan kedua pilihan tersebut, temen-temen sebaiknya memilih untuk mengambil perguruan tinggi swasta yang memiliki reputasinya baik. Kenapa? Hal ini menyangkut pada tahapan selanjutnya, yaitu mencari pekerjaan.

Beberapa perusahaan memiliki persyaratan calon pelamar merupakan lulusan dari universitas yang memiliki reputasi yang baik saat membuka lowongan pekerjaan. Walaupun bukan menjadi penentu satu-satunya kamu akan diterima di pekerjaan tersebut, tapi kesempatan kamu menjadi lebih besar ketika kamu menjadi mahasiswa universitas yang memiliki reputasi baik.

Mengapa perguruan tinggi swasta yang reputasinya baik lebih dipilih dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri namun biasa saja? Kultur yang dibangun dari keduanya pasti sudah berbeda, ketika reputasinya baik, maka kultur yang dibangun di dalam akademik juga baik. Salah satu contoh yang mudah dilihat adalah lomba. Mahasiswa dari perguruan tinggi swasta dengan reputasi yang baik akan lebih sering mengikuti lomba yang sesuai dengan bidangnya, bahkan mungkin hingga menjuarai, dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri yang biasa saja. Lomba disini tidak hanya mencerminkan kepintaran saja, tapi juga keberanian tampil di depan orang banyak, keberanian menceritakan ide yang dimiliki, kemauan untuk bertemu dengan orang banyak, dan sebagainya. Hal ini bisa menunjukkan jati diri dari mahasiswa yang mereka naungi.

Seluruh keputusan ada di tangan temen-temen. Tapi kalau kita boleh kasih saran, seandainya temen-temen berhadapan dengan situasi ini, temen-temen sebaiknya lebih memilih untuk opsi perguruan tinggi swasta yang memiliki reputasi baik. Selamat memilih 😀

No Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.