RESOLUSINYA GAGAL?

Bikin resolusi emang hal yang sering banget saat tahun baru. Januai 2014 kemarin pasti juga banyak yang bikin resolusi apa aja yang mau dilakukan, dihentikan, atau bahkan diubah total. Tapi nggak semua resolusi sampai tahun udah mau ganti lagi bisa kelaksana. Kenapa sih?

Kurang measurable

Tujuan-tujuan seperti: ingin hidup sehat, lebih beriman, lebih rajin, dan sebagainya adalah tujuan-tujuan yang dirasa membuat perubahan baik di hidup kita, tapi kita nggak punya ukuran jelas tenan hal itu. Dan tanpa finish line yang jelas, rasanya semangat kita untuk itu jadi ikutan blurred out. Tujuan-tujuan tadi bisa kamu ubah jadi lebih spesifik, misalnya sehari wajib minum minimal 2 liter gelas air putih, olah raga minimal 5 kali seminggu, rajin ke tempat ibadah minimal seminggu sekali, dan sebagainya. Jadi kita tau apa yang harus kita capai dan tau kapan kita udah sukses melakukan itu

Kurang realistis

Coba dicek lagi resolusi yang udah dibuat, cukup realistis dan measurable atau tidak? Mau nurunin berat badan 5 kilo dalam 1 bulan bisa dibilang cukup spesifik, tapi dengan kegiatan kamu yang akan sangat padat tahun ini, yang hanya memungkinkan kamu berolahraga seminggu 2 kali, kayaknya bakal berat. Kalo dipaksa dengan makan yang berkurang jauh porsinya, nanti kamu bisa tumbang. Gapapa kok kalo misal bikin targetnya kecil dulu, nanti kalo udah kecapai, bisa ditingkatin dikit-dikit

Melibatkan peran orang lain

Dalam beberapa rancangan atau target kamu setahun ke depan, ada beberapa yang melibatkan orang lain untuk bisa terwujud. Dan nggak mungkin untuk menghindari peran orang lain tersebut, misalnya kamu pingin wisuda maksimal akhir tahun, sedangkan dosen pembimbing kamu sedang banyak sekali project sehingga bimbingan skripsinya keteteran, mau nggak mau kamu baru bisa wisuda tahun depan. Nah, ini emang bikin nyesek banget, kita udah usaha keras tapi karena orang lain ini bikin gagal. Ini emang perlu nyiapin mental banget, atau plan B kalo emang memungkinkan.

Kurang disiplin

Tujuan udah jelas, measurable, realistis, metode untuk mencapainya juga udah jelas, tapi keinginan dari diri sendiri masih kurang ya sama aja bohong. Harus ada sesuatu dari diri kita sendiri yang bisa bikin kita disiplin untuk mewujudkan resolusi-resolusi itu. Lama-lama kamu akan bisa mencapai tujuan kamu saat akhir tahun. Misal kamu ingin mengurangi berat badan tapi olah raga nggak pernah, ya nggak bakal turun, harus ada kemauan dan tekad yang bulat supaya terwujud. Dan makin kuat keinginannya dari diri sendiri, makin tinggu juga kedisiplinannya kita untuk mencapainya

Kurang mengenal diri sendiri

Semua orang punya kekurangan kok. Dan kita harus sadar atas kekurangan kita itu, kalo itu akan menghambat kamu mencapai resolusi kamu. Misalnya, kita punya resolusi nabung sampai uang kamu cukup untuk travelling ke Eropa. Tapi uang jajan yang dikasih orang tua kamu nggak seberapa, nggak punya waktu untuk kerja part time karena menuju ujian sekolah, kayaknya bakal sulit kecapai keinginan kamu yang satu itu. Udah nggak nyampe uangnya, tanggung jawab di sekolah masih ada, nggak bakal dapet juga ijin dari orang tua. Bukan nggak bisa kecapai impiannya, tapi mungkin emang belum sekarang. Kamu bisa atur ulang jadwal kamu atau bikin plan B yang sesuai dengan keterbatasan kamu

It’s good to have some dreams, but that’s still dream until you make it real

2 Comments

leave a Comment