Self (Re)Branding

Setiap orang ingin dikenali sebagai individu dengan kemampuan yang dimiliki, bukan sebagai anak A, teman B, atau mantannya C. Identitas diri kita bukan sekedar hanya nama, tapi juga kemampuan, sifat, dan karakter yang ada dalam diri kita. Beberapa orang bisa menyebutnya Self Branding.

Self Branding ini nggak hanya sekedar personality yang bisa “menjual” diri kita, terutama kepada satu organisasi, tetapi juga memaksimalkan potensi diri untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Jadi sebenernya gimana sih Self Branding ini?

Discover Your Brand

Kamu harus tau terlebih dahulu apa yang akan dilakukan sepanjang hidup, tujuan,visi dan misi. Keseluruhan tersebut akan membuat kamu memiliki personal brand statement tentang apa yang akan kita lakukan, atau kadang bisa disebut dengan self development plan. Panggilan-panggilan yang kita dapatkan dari orang di sekitar kita, misalnya nerd, adalah hasil dari personal branding. Kalo panggilan atau julukan itu belum sesuai dengan yang diinginkan, mulai dengan mendefinisikan terlebih dahulu seperti apakah kamu, apa yang akan dilakukan, tujuan, serta visi dan misi, and then rebrand yourself

Create Your Brand

Ketika sudah mengetahui apa aja yang akan dilakukan ke depannya, kamu bisa mendokumentasikan hal-hal tersebut. Kamu bisa tuliskan dalam buku agenda kamu atau bisa juga secara online melalui akun media sosial kamu, twitter, facebook, blog, G+, tumblr, dan lain sebagainya. Kamu bisa tunjukkan identitas yang akan ditonjolkan dan menghilangkan hal-hal yang tidak berhubungan atau memiliki dampak negatif. Mungkin beberapa orang akan bilang pencitraan, kata yang sering banget keluar waktu orang melakukan hal baik, tapi jangan khawatir, abaikan saja. Ada juga mungkin yang bakal bilang kalo kamu lagi melakukan pembohongan publik, jangan bingung juga. Yang kamu lakukan saat ini bukan pembohongan publik, hanya memilih mana yang perlu dan tidak ditunjukkan ke publik. Karena pada jaman sekarang, nggak sedikit yang melakukan judgement hanya karena melihat media sosialnya, jadi nggak salah kok kalo kita memilih apa yang akan dilihat orang di media sosial kita.

Make some actions

Setelah membuat seluruh perencanaan dan mengatur media, saatnya menunjukkan ke orang lain siapa kita yang sesungguhnya, sesuai dengan self branding yang sudah dibuat. Tapi kamu juga harus sabar, nggak semua yang kita buat atau tampilkan semua orang langsung percaya atau langsung melekat ke diri kamu. Kadang butuh beberapa usaha ekstra untuk benar-benar meyakinkan orang lain atau membuat orang lain mengingat self brand kamu.

So, are you ready with your own personal (re)branding?

No Comment

leave a Comment