Tips Fotografi Landscape

Salah satu minat dalam fotografi adalah fotografi landscape, selain fotografi potrait. Peminat di foto landscape ini juga cukup banyak, dipengaruhi juga oleh alam Indonesia yang sangat beragam.

Fotografi landscape nggak langsung bagus cuma karena objek fotonya bagus, tapi juga cara mengambil gambar yang tepat. Ada beberapa tips untuk mengambil foto landscape yang baik

Pertama, ciptakan sense of depth. Sense of depth ini digunakan untuk membuat area foreground dan background sama tajamnya. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengatur setting aperture dengan bukaan terkecil antara f/16-f/22. Untuk mengantisipasi blur, bisa juga gunakan tripod.

Berikan ruang lebih pada daerah yang menarik. Cari objek yang menjadi titik fokus atau pusat perhatian kamu. Misal, pada hari itu sedang cerah dan awannya pun banyak sehingga memiliki komposisi yang menarik. Kamu bisa mengambil gambar dengan proporsi langit lebih banyak daripada daratan. Atau misalnya terdapat sungai yang airnya sangat jernih, kamu bisa mengambil porsi sungai lebih banyak daripada daratan.

Gunakan garis pemandu menuju subjek utama. Garis pemandu atau leading lines ini akan membuat garis imajiner yang akan membuat mata menelusuri garis tersebut, dan garis tersebut akan membawa ke subjek foto. Leading lines tidak selalu berbentuk garis lurus, tapi juga bisa garis melengkung atau berliku.

Untuk mendapatkan gambar atau view yang lebih lebar, bisa gunakan lensa wide angle. Namun juga diperlukan pengambilan gambar dengan angle yang tepat untuk mendapatkan view yang lebih lebar namun tetap baik.

Ketika mengambil gambar saat matahari sedang terik, ada baiknya menggunakan filter lensa Polarizing (CPL) yang berfungsi untuk menggelapkan langit dan menajamkan warna biru pada langit serta menggunakan filter ND (Neutral Density) untuk membatasi jumlah cahaya yang masuk ke lensa.

Nggak ada salahnya juga untuk mengabadikan pergerakan, seperti pergerakan air dan awan. Untuk melakukan hal ini, gunakan shutter time yang agak lambat, biasanya lebih besar dari 2 detik dan gunakan mode Shutter Priority. Supaya gambar tidak blur saat mengambil gambar dengan shutter time yang lambat, gunakan tripod.

Banyak juga yang menggunakan air sebagai cermin. Trik ini hanya bisa digunakan di lokasi dimana terdapat banyak air yang datar, seperti pantai, kolam, dan lain-lain. Gambar yang dihasilkan bisa berupa gambar itu sendiri dan pantulan yang dihasilkan dari air.

Foto landscape tidak melulu hanya berisi pemandangan alam, tapi bisa juga tambahkan manusia sebagai bagian dari foto landscape. Manusia bisa ditambahkan dengan melakukan foto candid, manusia berinteraksi dengan alam, misalnya bermain air, bermain bunga, atau sekedar memandangi alam. Untuk menyertakan manusia, bisa gunakan rule of third, shutter speed yang cepat untuk membekukan aksi dan shutter speed lambat untuk mengabadikan pergerakan.

Rule of third juga bisa digunakan saat foto landscape tanpa menyertakan manusia. Rule of third adalah adanya 2 garis vertikal dan 2 garis horisontal yang tersusun sehingga membentuk 9 persegi sama besar. Subjek gambar kemudian diletakkan pada salah satu dari 4 titik pertemuan antara garis horisontal dan vertikal.

Untuk membuat foto lebih menarik, bisa juga gunakan framing. Framing bisa dibuat dari pepohonan, cabang pohon, jendela, dan sebagainya yang bisa membentuk bingkai vertikal dan horisontal. Frame tidak harus full atau penuh 4 sisi, namun bisa hanya 2 atau 3 sisi saja.

Yang pasti, pemilihan objek, pengambilan angle yang tepat juga sangat berpengaruh terhadap hasil foto landscape 😀

1 Comment

leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.